Pertama kali kami bertemu di Gereja FX. Kuta pada bulan Januari 2020, dari pertemuan singkat itu Tuhan membuka jalan bagi kami untuk saling mengenal lebih dekat lewat percakapan sederhana di Instagram dan WhatsApp yang perlahan tumbuh menjadi hubungan pertemanan yang saling menguatkan.
Selama tujuh bulan lamanya, kami menjalin komunikasi tanpa henti. Pandemi memisahkan jarak, namun tidak pernah memudarkan koneksi yang telah terbangun. Lewat layar kecil sosial media, kami tetap hadir satu sama lain—saling menyemangati, saling mendukung. Hingga akhirnya, di bulan Agustus 2020, kami sepakat untuk bertemu kembali di tempat pertama kali kami dipertemukan – Gereja FX. Kuta. Hari itu, kami mengikuti misa bersama, dan setelahnya.<BR>
itulah momen resmi kencan pertama kami.Â
Â
Waktu terus berjalan, dan pada bulan Januari di tahun 2024, Stefy meminta izin kepada orang tua Stefani untuk membawa hubungan kami ke arah yang lebih serius yaitu pernikahan.Â
Meski perjalanan ini tidak selalu mudah, kami percaya bahwa setiap langkah telah digariskan oleh-Nya. Dalam suka dan duka, kami belajar untuk saling menguatkan dan berjalan bersama. Tuhan adalah pusat dari hubungan ini—dan kami bersyukur, karena kasih-Nya yang mempersatukan kami sejak awal. Kini, dengan hati yang penuh sukacita, kami bersiap melangkah ke babak baru kehidupan.