Di tahun 2018, takdir mempertemukan kami untuk pertama kalinya, seakan alam semesta sendiri yang menyusun pertemuan ini. Tanpa banyak kata, dalam sekejap, hanya dalam sebulan, kami telah menemukan keyakinan untuk berjalan bersama dalam sebuah kisah yang lebih besar. Perjalanan kami tak selalu mulus, dipenuhi dengan ratusan perdebatan, air mata, dan tawa yang datang silih berganti, namun justru melalui semua itu kami tumbuh lebih kuat. Setiap kesulitan dan kebahagiaan menyatu menjadi batu pijakan yang semakin kokoh di bawah kaki kami. Dan pada akhirnya, setiap cerita, suka, dan duka bertemu pada satu titik yang suci, penuh makna, dan tak terucapkan: pernikahan.
Â
Â
“Terima kasih karena telah memilihku bahkan meskipun kamu tau bahwa aku bukan yang terbaik.
Terima kasih telah bersedia membersamaiku bahkan meskipun kamu tau bahwa aku ini manusia yang sangat rumit.
Terima kasih karena telah menerima kekuranganku, terima kasih karena tak banyak mengeluh, terima kasih karena telah mencintaiku dengan seluruh.”
Â